Sabtu, 08 Juli 2017

SEJARAH SINGKAT BENTENG BARNAVELD

Benteng Barnaveld terletak di Desa Labuha, Kecamatan Bacan, Kota Bacan. Benteng berbentuk segi empat, dilengkapi dengan tembok pertahanan yang rendah, pada tembok pertahanan ini ditempatkan masing-masing sebuah baston. Selain baston, dibangun pula pintu gerbang yang berbentuk melengkung, benteng diperluas dan dilengkapi dengan sebuah sumur dan sebuah tangga dari batu. Terdapat bangunan-bangunan kolonial lain disekitar benteng yang masih terpelihara baik. Pada tahun 1558 bangsa Portugis datang dan bermukim di Labuha, mereka mendirikan sebuah benteng kecil. Tidak lama benteng ini dibangun, Bangsa Spanyol datang berdagang di benteng ini, alih-alih berdagang benteng ini justru direbut oleh Spanyol dari Portugis. Tahun 1609 Laksamana Muda Simon Hoen bersama dengan Sultan Ternate menuntut kepada bangsa Spanyol agar benteng ini diserahkan kepada mereka.
Tuntutan mereka ini tidak menunggu waktu untuk dipenuhi, benteng tersebut kenudian direnovasi dan diperkuat atas gagasan Hoen, Louis Schot dan Jan Dirkjzoon. Empat baston kemudian dibangun dan menamai benteng ini Barnaveld. Ketika dikuasai belanda, benteng ini dipagar dengan kapur dan batu. ditengah-tengah benteng dibangun sebuah rumah yang kokoh dengan atap dari rumput kering dan ruangan bawa tanah dengan dinding tebal satu kaki. Di sekitar benteng ditemukan batu prasasti besar dengan tulisan Latin dan bagian kanan batu prasasti tersebut terdapat tanda keluarga Pieter Both, Gubernur Jendral Pertama VOC.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar